Bingung mau mulai dari mana..
Hmm.. baiklah..
Bingung mau mulai dari mana..
Hmm.. baiklah..
Hohoo… seharusnya tulisan ini dibuat sebelum tulisan sebelumnya.. soalnya kejadiannya duluan dari tulisan sebelumnya.. meskipun tetap berupa pemikiran yang aq pikirkan..*ya iya lah pemikiran dipikirkan, masa dimakan.. klw dimakan kan pemakanan.. lho..???
baiklah, cukup.. kejadiannya seperti ini..
suatu sore di hari sabtu Bapakku bilang gini,”Cepat lah biar pergi kau dulu ke rumah Amang Guru, minta nomor lagu untuk besok.” lalu aku pun berpikir,”siing.. klw disuruh minta nomor lagu berarti.. … huaahh.. tidaak..”
aq pun menjawab Bapakku,”nggak lah pak, aq besok jadi jemaat aja. aq udah lama ga maen, udah ga pernah latian en udah lama gak megang organ.” intinya aq mau bilang kalau aq udah ga pinter lagi maennya, udah kaku, kasarnya kemampuanku udah nggak ‘hebat’ lagi.. *emang pernah hebat..hueekks..
lalu Bapakku pun menjawab, “ya udah, makanya diminta nomornya biar bisa latihan.” tapi aq tetap bersikeras, “udah lah itu akh..”
hehekh.. percakapan yang singkat.. tapi sebenarnya bukan itu intinya..
hmm.. kayak aq tadi, kita sering berpikir kalau untuk ‘layak’ melayani Tuhan kita harus pinter. kita harus pinter maen alat musik kalau kita pengen melayani jadi pemain musik. kita ga pengen melayani Tuhan kalau kita ga punya kemampuan yang jago. Padahal kita udah dikasih kepercayaan untuk mengerjakan pelayanan tersebut, tetapi kita menolaknya dengan alasan yang dibuat terkesan ‘holy’ yaitu, “kan ada yang lebih bagus. ntar ga bagus acaranya kalau aku yang maen. nanti jadi menggangu suasana kebaktian. kan ga bagus nanti jemaat jadi ga konsen nyanyi karena permainanku hancur.” hueks..
sebenarnya kalau dipikir-pikir dan ditanya ke dalam hati yang paling dalam, alasan di atas adalah alasan yang dibuat-buat. alasan yang sebenarnya adalah *hal ini terjadi ama aq pribadi.. kita takut diri kita nanti malu. Diri kita sendiri, bukan Tuhan. kita takut nanti kalau kita salah dalam bermain musik kita bakal malu karena di olok-olok oleh yang hadir *meskipun ga dibilang langsung ama kita..
itu yang pertama. yang kedua adalah, emang siapa kita sampai kita bisa merasa layak untuk melayani Tuhan. apa kalau kita punya kemampuan yang hebat, punya permainan musik yang luar biasa *sampai bisa menyentuh hati dan membuat orang termehek-mehek.. huaahh.. lebai deh..hehehekh.. kita jadi merasa bisa bilang ama Tuhan, “Skarang Tuhan, aq mau melayani Tuhan. Aq udah siap dan aq udah mampu. Aq udah layak untuk dipake Tuhan.” hooo.. sombong betul kau anak muda..
Emang siapa yang nentukan kita layak atau nggak? toh kita sebenarnya nggak layak koq, sehebat apa pun kita. itu semua hanya anugerah, kalau kita dipercayakan Tuhan untuk mengambil sebuah pelayanan. *semuaa karna anugrahNyaa. dibrikanNYa pada kitaa… lho koq jadi nyanyi..hehehekh.. Intinya, beri dirimu untuk dipakai Tuhan, bagaimana pun keadaanmu saat ini. Yang menentukan pelayanan itu baik dan berkenan bukan kita, tapi yang ngasih kepercayaan itu.
Skalian aja lah lagu yang tadi, udah nanggung..
Bukan karena kebaikanmu
Bukan karena fasih lidahmu
Bukan karena kekayaanmu
Kau dipilih, kau dipanggilNya
Bukan karena kecakapanmu
Bukan karena baik rupamu
Bukan karena kelebihanmu
Kau dipanggil, kau dipakaiNya
Bila engkau dapat, itu karenaNya
Bila engkau punya, semua daripadaNya
Semua karena anugerahNya
Dib’rikanNya pada kita
Semua anugerahNya
Bagi kita
Bila kita dipakaiNy
Soli Deo Gloria
*kata-kata di bawah mungkin bukan merupakan kata-kata yang sebenarnya, hanya untuk memberikan gambaran..
suatu hari di sebuah gereja..
Pandita :”jongjong ma hamu natoras ni dakdanak na naeng tardidi!”
Pandita :”di pangido roha mu do naeng didion dakdanak on tu bagasan na hinaporseaan muna?”
Natoras :”dipangido rohangku do.”
Pandita :”Na olo do hamu mamodai asa diboto jala diihuthon hata ni debata? Na olo do hamu marsuru nasida tu gareja dohot tu parguruan ni huria protestan asa gabe ruas na mangolu do nasida di Tuhan Yesus Kristus?”
Natoras :”…..”
terkesan dengan khotbah guru huria waktu saya bergereja di HKBP Kp.Pon yang mengatakan bahwa kebanyakan orang tua sekarang tidak lagi peduli dengan anak-anaknya. Mereka ga lagi mau mengajari dan “mamodai” anak-anaknya sesuai dengan Firman Tuhan. Yang terpikirkan adalah:” na penting mulak himpal tu jabu”. Kurang perduli klw anaknya pulang jam berapa. Kurang perduli kalau anaknya duduk-duduk di sepanjang rel kereta api sambil menyanyikan tembang yang berjudul ‘di kamar sapuluh tolu on’ sampai jam 1 pagi (*padahal ketika pamit dari rumah katanya mau marguru di gereja). “na penting mulak himpal tu jabu.”. Padahal ketika membawa anaknya untuk dibaptis di gereja, hal di atas lah yang ditanyakan kepada semua orang tua, dan mereka dengan serempak akan menjawab “na olo do hami”.
atau sebaliknya, karena anak muda sekarang yang punya telinga super tebal sehingga ‘poda’ se kuat apa pun ga lagi masuk. Anak muda sekarang menganggap bahwa Firman Tuhan sudah ketinggalan jaman. Di anggap kuno kalau baca Alkitab, ga gaul. Lebih bagus baca komik atau majalah game terbaru. Ga gaul kalau malam minggu ikut marguru di gereja. lebih baik duduk-duduk di sepanjang rel kereta api dan bernyanyi bareng teman-teman. Dianggap anak mami kalau selesai marguru langsung pulang ke rumah dan ga gabung nyanyi-nyanyi di rel kereta api atau mejeng di daerah pasar. Mendengarkan nasehat orang tua dianggap basi, ga penting, ga gaul, kuno, ga jantan dan dianggap anak mami. Huaaahh….
bukan bermaksud untuk mengajari.. hanya sepenggal pemikiran yang terlintas waktu mendengarkan khotbah di gereja.. Semoga kita semua (termasuk saya sendiri) dapat mengambil pelajaran dari isi khotbah di atas.
Soli Deo Gloria
sepenggal pemikiran..
belakangan suka meratiin sekitar.. meratiin gimana orang-orang berinteraksi.. aq melihat bagaimana mereka sangat senang kumpul ama teman-teman, saling berbagi cerita, bisa saling mengerti dan memahami perasaan temannya.. aq melihat bagaimana orang-orang terikat secara emosi, bisa memiliki empati terhadap masalah yang dihadapi orang lain, terhadap kesedihan dan kegembiraan yang dirasakan oleh orang lain.. benar-benar ada yang menghubungkan mereka..
sesaat timbul rasa iri di dalam diriku.. kenapa?? karena aq ga bisa seperti mereka.. karena aq ga bisa merasakan apa yang mereka rasakan.. karena aq ga bisa memiliki empati yang benar2 dalam terhadap permasalahan yang dihadapi oleh orang lain.. huuaaaahh.. *ego nya ga jelas lagi..
aq iri karena aq ga bisa merasakan keterikatan secara emosi yang mendalam terhadap orang-orang di sekitarku.. aq nyaman dengan diriku sendiri.. bahkan aq berpikir kalau aku lebih nyaman kalau aq sedang sendirian, tanpa ada orang lain.. ga ada keterikatan emosi yang dalam dalam hubunganku dengan orang lain..
huaahh.. lalu aq berpikir, “Tuhan, aq juga pengen seperti mereka.. punya seseorang yang benar2 bisa diajak berbagi, punya seorang teman yang bisa dikatakan benar2 teman..”*ngomongnya mulai ngaco..
huahhh.. *setelah agak tenang.. hmmm.. tapi aq tetap bersyukur kalau Tuhan ciptakan aku seperti ini.. bersyukur Tuhan ciptakan aq unik.. bersyukur kalau Tuhan ciptakan aq sebagai seorang introvert, karena aq punya sesuatu hal yang bisa aku pelajari di dalam hidup ini.. *seorang yang sudah pemberani sejak awalnya tidak perlu belajar untuk menjadi pemberani, tapi orang yang tidak pemberani sejak awalnya harus belajar untuk menjadi berani sehingga pada akhirnya dia pun menjadi seorang yang pemberani. bersyukur kalau Tuhan ciptakan aq pada awalnya kurang bisa memiliki empati, karena mungkin Tuhan pengen dalam hidup ini aq belajar untuk lebih berempati lagi, dan lebih bersyukurnya lagi karena aq percaya Tuhan ga pernah biarkan aq belajar sendiri tanpa bekal yang cukup.. Dia yang akan kasih aku kekuatan, hikmat dan semua-semuanya untuk aku boleh belajar dan bertumbuh lebih lagi..
seperti kata seseorang.. bersyukur diciptakan dengan sifat keras kepala bahkan sulit ‘beriman’, tetapi kita diberikan kapasitas dan kemampuan untuk kita bisa belajar beriman, karena kita diberikan kesempatan untuk bisa belajar sendiri dan merasakan sendiri. ibarat hadiah, bersyukur kita tidak langsung diberi hadiah sebuah mobil, tapi kita diberikan uang yang cukup untuk dapat membeli sebuah mobil dan kita bebas menentukan model mobil yang kita inginkan.
God bless u all!! Smangka!!
yup!
kalimat ini lah yang akan pertama kali saya ucapkan dalam blog ini..
kenapa..?
karena saya adalah orang baru di dunia blog ini.. hehehekh..
sebenarnya saya tidak suka menulis, tidak tahu menulis dan cenderung tidak mau tahu tentang tulis-menulis. tapi entah kenapa saya tetap saja jadi menulis di blog ini..
huaahh..
yasudlah..
nasi sudah menjadi bubur..
semoga blog ini bisa berguna bagi semua orang..
Semangka!!!
-God bless-